14 Juli 2016
Persiraja tak Remehkan PSBL Langsa
08 Juni 2014
Timnas U-19 Terlalu Tangguh
BANDA ACEH - Timnas U-19 kembali memperlihatkan kualitasnya dalam laga perdana Tur Nusantara II yang mereka jalani. Tadi malam, di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, tim Garuda Muda masih terlalu tangguh untuk Tim U-21 untuk lawan tanding mereka.
Buktinya, anak asuhan Indra Safri berhasil menggunduli Tim U-21 Aceh dengan skor telak 4-0.
Kemenangan tim yang dipersiapkan ke Piala Asia di Myanmar Oktober mendatang ini tak terlepas dari kontribusi tiga pemain asal Aceh. Gol perdana lahir berkat jasa punggawa asal Pidie, Miftahul Hamdi. Selanjutnya, pemain asal Bireuen kelahiran Bantul, Dinan Yahdian Javier tak ketinggalan. Kemudian pemain asal Aceh Selatan, Hendra Sandi Gunawan mencetak gol. Tiga gol dari pemain asal Aceh mampu membayar kepercayaan pelatih yang membuktikan janji menurunkan 40 persen pemain asal Tanah Rencong dalam laga itu.
Pertandingan tadi malam turut disaksikan Ketua Umum PSSI Pusat, Djohar Arifin Husen beserta rombongan. Sebelum pertandingan, pemain kedua tim dan semua yang hadir di stadion melakukan hening cipta untuk pemain Persiraja, Akli Affan yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Hening cipta itu dipimpin Ketua Umum Asosiasi PSSI Aceh, Adly Tjalok.
Dalam duel itu, Timnas U-19 langsung memegang kendali permainan melalui sentuhan dari kaki ke kaki di awal-awal babak pertama. Permainan cukup tenang yang diperagakan Zulfiandi yang tadi malam dipercayakan sebagi kapten Timnas U-19 dkk membuat Tim U-21 Aceh kesulitan untuk mendapatkan bola. Buktinya, Timnas U-19 hanya butuh waktu enam menit untuk merobek gawang Aceh. Adalah Miftahul Hamdi membuat Timnas unggul 1-0 setelah sundulannya yang memanfaatkan tendangan pojok Hendra Sandi Gunawan gagal diantisipasi kiper Tim U-21 Aceh.
Dominasi Timnas U-19 terus berlanjut yang membuat pertahanan Tim U-21 Aceh makin terancam. Tapi, anak-anak Aceh tetap berusaha memberi perlawanan, meski cukup sulit menerobos pertahanan Timnas U-19. Peluang tim besutan Indra Sjafri menambah gol terjadi di menit 24 setelah Wasit Foulur Rosy menunjuk titik putih akibat kiper Miswar melanggar Dinan. Hanya saja, Dinan yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugas dengan baik setelah tendangannya mengarah ke samping gawang.
Tapi, pemain Timnas U-19 terus memberi tekanan yang membuat pemain Aceh kewalahan. Kali ini, Dinan membayar kegagalan penaltinya lewat gol ke gawang Aceh di menit 43. Tendangan Hendra Sandi Gunawan mampu dibelokkan Dinan hingga bola masuk ke gawang. Tertinggal 0-2 membuat anak-anak Aceh berusaha membalas. Hanya saja, serangan yang dibangun anak asuhan Samani ini sering kandas sebelum sampai ke pertahanan Timnas U-19. Hasilnya, keunggulan Garuda Jaya bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tak ada perubahan yang berarti dari gaya permainan tim Aceh. Serangan mereka tetap tak pernah membahayakan gawang Timnas U-19. Justru, kendali permainan terus dipegang Zulfiandi dkk yang masih berambisi menambah gol. Akhirnya giliran Hendra Sandi Gunawan mencetak gol setelah tusukannya yang mampu melewati dua pemain lawan hingga melepaskan tembakan ke gawang. Gol terakhir Timnas U-19 dicetak Evan Dimas yang masuk di babak kedua. Evan yang mendapatkan umpan dari M Fatchu Rochman dengan tenang menaklukkan kiper Tim U-21 Aceh, Miswar. Skor 4-0 tak berubah hingga Wasit Foulur Rosy meniup pluit akhir. Di akhir pertandingan, Indra Sjafri memimpin pemain Timnas U-19 mengelilingi stadion yang disambut tepuk tangan penonton.
Pertandingan tadi malam disaksikan puluhan ribu penonton. Boleh jadi, jumlahnya mengalahkan penonton saat final turnamen Piala Gubernur Aceh antara Aceh FC melawan Semen Padang, atau Aceh Selection menghadapi juara Divisi Utama, Persiba Bantul beberapa waktu lalu. Jumlah penonton yang hadir ke stadion tadi malam sama dengan saat Persiraja menjamu The Green Force Persebaya Surabaya beberapa tahun lalu. Tak ayal, kapasitas stadion 45 ribu tersebut penuh sesak penonton yang datang dari berbagai daerah di Aceh.(adi)
12 Desember 2011
Persiraja Kontra Bontang FC Diundur
* Main 16 Desember * Harga Tiket Diturunkan
BANDA ACEH - Persiraja kontra Bontang FC Kalimantan Timur yang semula dijadwalkan 17 Desember diundur menjadi 16 Desember di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Panitia pelaksana (Panpel) Persiraja juga menurunkan harga tiket untuk tribun tertutup dan tribun terbuka dalam partai kandang ketiga di pentas Indonesia Premier League.(IPL) musim 2011/2012.
Ketua Panpel Persiraja, Said Mursal kepada Serambi kemarin mengatakan, jadwal ini sengaja diundur mengingat berbenturan dengan pertandingan antara PSAP Sigli melawan PSMS Medan dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012, Sabtu (17/12) sore. Benturan ini akibat perubahan jadwal kompetisi IPL setelah terjadi dualisme kompetisi setelah sejumlah klub menarik diri dan ikut ISL. “Jadi, terpaksa diundur dan akan main melawan Bontang FC hari Jumat 16 Desember,” ujar Said Mursal.
Sementara itu, Said Mursal juga menjelaskan kabar gembira bagi penonton tentang penurunkan harga tiket hanya untuk tribun terbuka dan tertutup. Harga tiket tribun terbuka dari Rp 20 ribu diturunkan menjadi Rp 15 ribu. Sedangkan tribun tertutup dari harga Rp 60 ribu diturunkan menjadi Rp 40 ribu. Untuk tribun VIP tidak berubah dan harganya tetap Rp 100 ribu.
“Penurunan harga tiket ini dilakukan setelah menerima masukan dan permintaan dari penonton termasuk pendukung Persiraja, SKULL (Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju-red). Makanya permintaan ini dipertimbangkan dengan melakukan rapat antara panpel dan pengurus yang hasilnya menurunkan harga tiket. Kita berharap dengan harga tiket yang sudah diturunkan bisa membuat masyarakat datang ke stadion untuk memberikan dukungan kepada Persiraja,” harap Said Mursal.(hd)
harga tiket: tribun terbuka Rp 15 Ribu, tribun tertutup Rp 40 ribu, tribun VIP Rp 100 ribu.
Andalkan Penyerang Lokal
*Persibo Tantang Persiraja
BANDA ACEH – Persiraja Banda Aceh menjalani pertandingan tandang perdana dalam pentas Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012. Armada Laskar Rencong mendapat tantangan tuan rumah Persibo Bojonegoro. Kedua tim akan terlibat dalam pertarungan sengit di Stadion Letjen H Sudirman, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (10/12) petang. Apalagi, bonden Kutaraja harus mengandalkan penyerang lokal dalam laga tandang perdana akibat krisis tukang gedor sejak tim dibentuk.
Pasukan besutan Herry Kiswanto bertandang ke markas lawan dengan kekuatan 18 personil. Dua legiun asing, stopper Cristian Alejandro Febre Santis dan playmaker Patrick Sofian Ghigani yang di rekrut musim ini tak diboyong akibat. Pemain yang sangat dibutuhkan ini masih terganjal International Transfer Certificate (ITC) atau sertifikat transfer internasional dari federasi sepakbola dunia, FIFA. Tapi armada Lantak Laju tetap optimis dalam lawatan ke Pulau Jawa.
Elkapiten Abdul Musawir bertekad memimpin pasukan Laskar Rencong untuk bertarung di depan ribuan suporter Persibo yang dikenal Boromania. Bintang Persiraja ini sedang bersinar setelah menyumbang tiga gol dalam dua pertandingan yang baru dilakoni. Jenderal lapangan ini menjadi penentu kemenangan Persiraja saat menumpas tim tamu Persebaya dengan skor 2-1, Kamis (1/12) sore. “Doakan kami ya, semoga menang disana (Bojonegoro-red),” ujar Musawir kepada Serambi sebelum naik Bus, Rabu (7/12).
Tekad ini akan menjadi modal bagi Musawir dkk untuk melawan tuan rumah yang bakal mendapat dukungan dari ribuan publik Bojonegoro. Apalagi, partai ini juga penting untuk membangkitkan semangat tim kebanggaan Aceh dalam persaingan di pentas IPL. Tapi Persiraja tetap mewaspadai kekuatan tuan rumah.
Sebab, Persibo bakal mengusung semangat saat mengimbangi Semen Padang tanpa gol di Stadion GOR Haji Agus Salim, Kota Padang, Senin (28/11) pagi. Partai itu merupakan lanjutan babak kedua yang tertunda sehari sebelumnya karena kondisi lapangan yang tidak bisa dipakai akibat tergenang air.
Pelatih Herry Kiswanto sangat menyadari kekuatan lawan yang dihadapinya. Makanya, pelatih yang akrap disapa Kang Herry ini akan menyiapkan skema bermain yang bagus agar pemain tampil prima. “Persibo tim yang kuat, tapi kita akan berusaha agar pemain bisa tampil disiplin dan kompak di lapangan,” harap Kang Herry.
Ternyata tuan rumah juga tak menganggap remeh lawan. Pelatih asal Brazil, Paulo Camargo memandang Persiraja sebagai lawan yang harus diwaspadai. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma pun mencurahkan pikiran mereka dalam pertarungan mengahdapi Persiraja. “Kalau sekarang kita fokus dulu melawan Persiraja,” ujar Paulo Camargo seperti dikutip situs klub persibo.bojonegoro.com.(hd)
Prakiraan pemain
Persiraja: Yudha Andika, Andria, Irwanto, Yusrijal, Gilang Angga, Erik Saputra, Diallo Abdulaye Djibril, Abdul Musawir, Syakir Sulaiman, Defri Rizki, Fahrizal Dillah
Persibo: Fauzi Toldo, Novak Sasongko, A’ang Suparman, Wahyu Hidayat, Auli Tri Hartanto, Jajang Paliaman, Mekan Nasyrov, Gustavo Hernan Ortiz, Syahroni Munadi, Samsul Arief, Jairon Feliciano.
PSAP Terapkan Pressing Ketat
BANDA ACEH – PSAP Sigli akan menjalani pertarungan berat saat menghadapi tim bertabur bintang, Mitra Kukar, Kartanegera, Kalimantan Timur di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Kamis (8/12) sore. Pertandingan ini akan menjadi ujian kedua bagi pasukan Arman dalam pentas Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012.
Partai ini sangat penting bagi tim yang dimanajeri Nazaruddin untuk menghadapi tim sarat pengalaman agar tak kehilangan poin lagi. Ferry Komul dkk wajih tampil all-out dan jangan biarkan lawan banyak menguasai bola. Jika lawan sudah memegang bola, maka harus segera melakukan pressing (tekanan) sesegera dan seketat mungkin agar memecahkan konsentrasi lawan dalam membangun serangan.
Lini belakang PSAP yang dihuni Bustami, Arifin Genuni dan M Ali harus bekerja keras untuk menutup peluang bomber Mitra Kukar, Saktiawan Sinaga dan Jajang Mulyana. Apa yang dilakukan ketiganya saat menutup pergerakan penyerang Persisam Samarinda, Christian ‘El Loco’ Gonzales dan Yongki Aribowo dalam babak pertama partai sebelumnya harus lebih ditingkatkan. Sebab, celah sekecil apapun yang dimiliki lawan bisa membahayakan Fakhrurrazi di bawah mistar gawang.
Peran super penting juga harus diemban Ikhwani Hasanuddin, Sukman Suaib, Riza Fandi, Ferry Kamul dan Abdul Faisal di lini tengah. Sebab, mata rantai serangan lawan sangat ditentukan oleh pertarungan yang diberikan mereka terhadap pergerakan lawan. Apalagi, operasi lini tengah lawan mutlak dikendalikan tiga pemain berpengalaman di Timnas, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Zulham M Amrun yang dibantu Ardan Aras. Bentrokan di lini tengah dalam memotong suplai umpan untuk penyerang lawan tak bisa dihindari.
Disisi lain, pasukan lini tengah PSAP juga tak bisa mengeyampingkan peran pemain kunci lawan, seperti Hamzah Hamzah, Pierre Njangka Beyangka, Zulchrizal Abdul Gamal plus Vicktor Simon Badawi. Memang tugas mereka mengawal pertahanan tim berjuluk ‘Naga Mekes’. Tapi kemampuan jelajah yang dimiliki mereka bisa berperan penting untuk membantu serangan atau menusuk ke pertahanan PSAP. Ini juga penting diwaspadai oleh pasukan Laskar Aneuk Nanggroe terhadap bahaya yang bakal ditimbul pemain lawan yang sudah berpengalaman.
Bahkan, penghuni lini tengah PSAP juga tak boleh mengabaikan peran utama mereka untuk mensuplai bola untuk para penyerangnya yang bakal diisi Mathonsi Mfundo Cecil dan Sayuti. Sebab, bila intensitas serangan menurun bakal dimanfaatkan oleh pasukan Simon McMenemy untuk menggempur pertahanan PSAP. Disinilah dibutuhkan pressing ketat dan pertarungan nonstop selama 2x45 menit untuk tak terulangnya tragedi yang diciptakan El Loco di partai sebelumnya. Saatnya berjuang PSAP!.(hd)
Komentar pelatih
Butuh Dukungan
Kami tahu tim lawan bertabur bintang timnas dan pemain berpengalaman. Tapi tim besar tak ada jaminan selalu menang. Tim besar juga bisa kalah dan dalam sepakbola apapun bisa terjadi. Kami sadar dengan kemampuan Mitra Kukar, Tapi akan akan berusaha menghadapi lawan. Kami butuh dukungan langsung masyarakat agar para pemain bisa bertambah semangat.
*Arman, Pelatih PSAP Sigli.(hd)
Bermain Total
Kita tidak ambil pusing tentang tim lawan. Tapi kami ingin lebih fokus untuk mempersiapkan tim sendiri dalam menghadapi pertandingan ini. Dalam pertandingan ini kita juga punya target. Tapi kita akan bermain total dan tetap saja punya target seperti tim lain yang ingin meraih kemenangan. Kita juga akan persiapkan tim sebaik mungkin untuk diturunkan menghadapi PSAP.
*Simon McMenemy, Pelatih Mitra Kukar.(hd)
