01 April 2008

Reformasi Pertanian Untuk Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Hadi Al Sumatrany


Pengelolaan sistem Pertanian yang baik akan menjadi kekuatan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan suatu daerah. Jika pengelolaan dibidang pertanian amburadur maka daerah itu akan mengalami berbagai bencana, diantaranya bencana kelaparan, kemiskinan dan ketertinggalan. Sehingga pengabaian pengelolaan bidang pertanian akan mempengaruhi bidang-bidang lain yang berakhir pada kehancuran perekonomian daerah dan berimbas kepada perekonomian nasional.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Baru Aceh untuk membenah pengelolaan pertanian di Aceh. Agar Aceh menjadi pengekspor padi dan beras sekaligus menjadi daerah lumbung padi. Bukankah Aceh punya lahan pertanian yang cukup luas untuk mewujudkan itu semua. Mungkinkah Pemerintah Baru Pimpinan Irwandi-Nazar akan mampu melakukan langkah-langkah maju untuk membangun bidang pertanian yang menjadi hajat hidup orang banyak.

Tentu semua itu akan berhasil ketika kita sama-sama membantu Pemerintah untuk mewujudkan itu semua. Karena kalau hanya membebankan kepada Pemerintah saja tetapi kita tidak gigih dalam menata bidang pertanian secara baik. Maka itu sama saja akan sulit dan sebaliknya kalau kita sudah serius tapi tanpa ada dukungan dari pemerintah. Maka sama saja itu tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Karena penataan dibidang pertanian agar lebih baik dan produktif maka perlu perjuangan dan dukungan dari semua pihak. Perjuangan perlu kita terjemahkan dalam hal ketekunan dan keseriusan kita dalam bekerja dan mengelola bidang pertanian tanpa ada diskriminasi dan unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kalau modal seperti ini sudah ada, maka kita tinggal mulai melakukan kebijakan-kebijakan penting dibidang pertanian melalui dukungan langsung dari rakyat dan Pemerintah.

Tetapi kedepan yang perlu dilakukan oleh Pemerintah adalah melakukan pembenahan dan pengawasan dalam pengelolaan bidang pertanian sebagai kebutuhan hidup seluruh rakyat. Artinya harus ada pengawasan dari Pemerintah, mulai dari pemberian bibit-bibit unggul, proses pemanenan hingga mengawasi harga gabah yang jauh dari praktek tengkulak (gaya kompeni) yang selalu merugikan para petani. Sehingga pemerintah perlu melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan nasib petani agar tidak dirugikan oleh orang-orang yang selalu memanfaatkan para petani di gampong untuk kepentingan tengkulak-tengkulak gaya baru.

Dalam hal ini, Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis, pertama, pemetaan dan database semua lahan pertanian di tiap gampong, kecamatan dan kabupaten. Kedua, pembuatan irigasi dan waduk penyimpan air agar kebutuhan air untuk petani tersedia, ketiga, pemberian bibit unggul secara gratis oleh Pemerintah, keempat, penyediaan fasilitas pengolah (Pembajak) sawah, pupuk yang berkualitas, obat pebasmi hama dan alat memanen padi (Mesin perontok) dengan harga terjangkau, kelima, menjaga kestabilan harga gabah dan mencari investor luar negeri untuk menampung hasil pertanian dengan harga yang menguntungkan petani.

Jika ini dilakukan oleh Pemerintah, maka kedepan kita akan menjadi daerah lumbung padi di ujung pulau Sumatra. Selain kebutuhan untuk daerah tersedia dengan stok yang cukup, kita juga akan mampu meningkatkan ekspor dibidang pertanian yang sangat berguna bagi pertumbuhan ekonomi Pemerintah Aceh di masa depan. Walaupun suatu ketika misalnya kita gagal panen karena banjir atau lainnya, maka kita tak perlu kelaparan karena stok pangan daerah tersedia untuk menhadapi persoalan terburuk sekalipun.

Dalam hal ini kita perlu belajar dan mengambil hikmah dari kisah Negeri Mesir di zaman Nabi Yusuf dulu. Ketika musim hujan selama tujuh tahun, Raja Mesir memimpin langsung seluruh rakyatnya untuk bercocok tanam dalam menghadapi musim panceklik selama tujuh tahun kedepan, Raja mengontrol dan membenah sistem pertanian dengan baik, mulai dari bercocok tanam hingga pada tahap panen dan penyimpanan yang bebas dari KKN. Ternyata hal ini berhasil sehingga rakyat Mesir tak perlu mengalami bencana kelaparan dalam tujuh tahun masa panceklik, karena persediaan pangan mencukupi.

Apalagi di zaman modern sekarang ini, dimana alat-alat canggih sudah tersedia untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cepat dan mudah. Kalau dulu kita yang menunggu Alam tapi sekarang kita mulai menguasai dan memahami Alam. Jika dulu hanya satu tahun sekali menanam padi tapi sekarang bisa dua tahun sekali menanam padi. Disinilah kelebihan masa sekarang bila dibandingkan dengan zaman dulu.

Asalkan semua itu dilakukan dengan ikhlas, jujur dan manajemen yang baik. Sehingga kejadian seperti sekarang dimana para petani mengeluhkan karena mahalnya kebutuhan yang harus mereka keluarkan untuk bercocok tanam. Tetapi akan terjadi sebaliknya ketika mereka dengan air mata dan keringat yang belum kering harus rela menjual hasil pertaniannya dengan harga yang sangat rendah. Padahal ini tidak perlu terjadi kalau adanya pengawasan dan dukungan dari pemerintah secara ketat.

Makanya kedepan, Kepala Pemerintah Aceh yang dipilih oleh rakyat pada Pilkada yang lalu perlu terlibat aktif untuk menata ulang dalam bidang pertanian agar tidak dikuasai oleh jaringan-jaringan tengkulak yang selalu merugikan para petani. Karena ini kebutuhan hajat orang banyak yang perlu di pantau secara ketat oleh Pemerintah. Kalau tidak, maka pondasi perekonomian yang seharusnya kita bangun akan terganggu ketika bidang pertanian terabaikan.

Pemberdayaan Petani

Kedepan kita perlu membantu para petani, baik itu secara ilmu pengetahuan maupun secara material. Bantuan dalam bidang ilmu pengetahuan bisa dalam bentuk peningkatan kemampuan/ skill calon-calon sarjana yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi, misalnya, tersedianya laboratorium dan fasilitas-fasilitas lainnya dalam melakukan riset-riset dalam bidang pertanian. Sehingga sarjana-sarjana pertanian di Aceh punya kualitas yang sangat tinggi untuk mampu dalam peningkatan produksi di bidang pertanian.

Sedangkan untuk para petani yang kebanyakan berpendidikan rendah, perlu diberikan pengetahuan tentang pertanian melalui training-training khusus secara bersinambungan dengan praktek langsung di gampong-gompong yang banyak tersedia lahan pertanian. Setelah training tersebut perlu ada modal dan percobaan oleh Pemerintah agar benar-benar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pemerintah juga perlu membantu para petani melalui pendirian koperasi yang di peruntukkan bagi para petani. Manajemen koperasi untuk petani harus mendapat pengawasan dari Pemerintah agar tidak terjadi KKN. Koperasi ini perlu menyediakan modal dengan bunga rendah agar tidak memberatkan para petani. Bunga yang rendah ini nantinya dapat dikembalikan ke Puskesmas yang menyediakan pengobatan gratis bagi para petani.

Bila koperasi ini dikelola menjadi koperasi simpan-pinjam maka ini akan sangat memberi manfaat bukan saja kepada para petani sendiri tapi juga kepada Pemerintah. Karena pertumbuhan dibidang ekonomi menjadi lebih baik melalui pengelolaan dibidang pertanian seperti ini. Sehingga kesejahteraan rakyat yang menjadi harapan semua pihak akan menjadi kenyataan di masa yang akan datang.

Semoga saja Bapak Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar serius dalam mereformasikan dibidang pertanian yang menjadi pondasi kekuatan ekonomi Pemerintah Aceh di masa depan. Mari kita mendukung langkah-langkah seperti ini agar harapan rakyat untuk hidup bahagia dan sejahtera menjadi kenyataan di masa depan. Sehingga kemajuan dan kesejahteraan rakyat menjadi awal kebangkitan Aceh dari segala permasalahan masa lalu yang sangat menyedihkan. Bangkitlah Petaniku karena engkau ikut membesarkan kami.[]

Tidak ada komentar:

Pemain Persiraja

Pemain Persiraja
Playmaker Persiraja, Patrick Sofian Ghigani